Dipterocarpus littoralis Blume terkenal dengan sebutan plahlar/meranti Jawa. Anggota keluarga suku Dipterocarpaceae (keluarga meranti) ini merupakan jenis endemik Pulau Nusa Kambangan, Indonesia. Umumnya tumbuh di hutan hujan serasah pada daerah pamah.

Ciri-ciri morfologi plahlar berperawakan pohon besar dengan batang silindris; daunnya bundar telur, 16 – 25 x 10 – 18 cm, dengan lipatan yang rapat, tangkai daun botak atau jarang dengan rambut, permukaan atas daun halus, tepi daun bergelombang. Plahlar memiliki bunga yang besar, benang sari 28 – 32. Ciri khusus plahlar buahnya memiliki dua sayap panjang dan tiga sayap pendek. Pembalakan liar terhadap jenis ini masih terus berlangsung berlangsung, sedangkan area persebarannya saat ini semakin menyempit.

Kayu dimanfaatkan untuk konstruksi dan sumber resin (sebagai lem untuk kapal). Kayunya tidak diperdagangkan, mayoritas digunakan untuk kebutuhan masyarakat setempat. Perbanyakan plahlar belum secara luas, caranya dapat dengan biji atau semai dari alam. Data IUCN Red List (2021) mengklasifikasikan Plahlar sebagai status konservasi kategpri Critically Endangered (CR; kritis) karena menghadapi risiko kepunahan dalam waktu dekat. Selain itu, jenis ini termasuk daftar jenis Prioritas Nasional yang dilindungi periode 2008 - 2018 (Surat Kepuusan Menteri Kehutanan P.57/Menhut-II/2008). Saat ini konservasi ex situ telah dilakukan di Kebun Raya Bogor.

  • Dipterocarpus littoralis
  • Watercolor on paper (40 x 30 cm)
  • 2019-03-01
by Saniyatun Maratus Solihah
Plahlar
error: Content is protected !!